SALATIGA, - Peneliti biologi konservasi dari Universitas Charles Darwin Australia Dr Richard Noske berencana mengajak lembaga swadaya masyarakat dan peneliti Indonesia menyusun atlas burung di Indonesia mulai tahun depan. Atlas itu diharapkan menjadi basis data, sekaligus membangkitkan kepedulian konservasi burung berikut habitatnya
Selama ini di Indonesia belum ada atlas burung. Atlas itu antara lain berisi pemetaan persebaran burung, jenisnya. "Saya sudah berbicara dengan beberapa peneliti Indonesia untuk bersama-sama menyusunnya," kata Richard Noske saat memberi kuliah umum Tropical Bird di Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga, Jawa Tengah, Senin (19/10).
Menurut dia, program itu akan dimulai pada tahun 2010 dengan proyek percontohan mengambil tempat di Pulau Jawa. Dalam bayangannya, atlas itu akan membagi Indonesia dalam enam subbagian, seperti Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Papua.
Setiap subbagian itu akan dibagi kembali sesuai karakteristiknya masing-masing. Dia memperkirakan penelitian ini membutuhkan waktu setidaknya 6 tahun dengan produk akhir atlas dalam bentuk cetak, serta bentuk online yang terus diperbaharui.
0 komentar:
Posting Komentar